Lingkungan Hidup adalah Nikmat Ilahi dan Tanggung Jawab Insani.
Khutbah
24 September 2026
kanggulam
77 views

Lingkungan Hidup adalah Nikmat Ilahi dan Tanggung Jawab Insani.

Bagikan:


KHUTBAH 1


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَحَثَّ عَلَى الرَّحْمَةِ وَالْإِتْقَانِ، وَجَعَلَ الْقِيَادَةَ أَمَانَةً وَمَسْؤُولِيَّةً، وَخَيْرَ النَّاسِ أَنْفَعَهُمْ لِلنَّاسِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ، وَأَدَّى الْأَمَانَةَ، وَقَادَ الْأُمَّةَ بِالْعَدْلِ وَالرَّحْمَةِ وَالْحِكْمَةِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أُولِي الْفَضْلِ وَالدِّيَانَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، وَبِأَدَاءِ الْأَمَانَةِ، وَإِقَامَةِ الْعَدْلِ، وَالرِّفْقِ بِمَنْ وَلَّانَا اللَّهُ أَمْرَهُمْ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ



Ma'asyirol Muslimin Rohimakumullah

Ungkapan rasa syukur yang diikuti dengan ikhtiar peningkatan iman dan taqwa, menjadi sebuah keniscayaan bagi kita sebagai umat Islam. Segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada kita harus dipergunakan untuk beribadah dan kemaslahatan yang akan menambah keyakinan kepada Allah sekaligus menguatkan berkomitmen untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebagai tanda kebesaran Allah SWT, Allah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya, yang perlu kita rawat dan jaga kelestariannya.


Ketahuilah bahwa lingkungan adalah nikmat ilahi. Maka renungkanlah alam semesta di sekitar kita; dari langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan, gunung-gunung yang ditinggikan, hingga laut-laut yang ditundukkan. Semua itu menjadi saksi atas keagungan kekuasaan Sang Maha Kuasa dan keindahan hikmah Sang Maha Bijaksana. Alam semesta bersaksi atas keagungan-Nya, mengakui kesempurnaan-Nya, bertasbih memuji-Nya, dan tidak pernah lalai untuk bersyukur kepada-Nya. Hakikat keberadaan kita di atas bumi ini bergantung pada kestabilan ekosistem yang menakjubkan ini, yang disempurnakan oleh Sang Pencipta Subhanahu wa Ta'ala dengan hikmah dan keseimbangan yang presisi. Oleh karena itu, berbuat baiklah kepada lingkungan di sekitar kita, sebab Allah telah menundukkannya untuk melayani kebutuhan kita. Ketahuilah bahwa cara bersyukur yang baik atas keindahan ciptaan Ilahi ini menuntut pemeliharaan terhadap karunia Rabbani ini serta menjaga keseimbangannya yang indah dari segala bentuk perusakan dan kesewenang-wenangan. Jadikanlah nilai-nilai pemeliharaan dan penghematan sebagai akhlak yang mengakar dalam perilaku kita, agar engkau dapat memikul amanah kekhalifahan dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat sebagai bentuk penghargaan atas pemeliharaan kita terhadap nikmat Rabb kita, serta sebagai pengamalan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:


هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ‌وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِیهَا

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya.” (QS. Hud: 61).


Renungkanlah hakikat amanah yang dibebankan di pundak kita dalam menjaga unsur-unsur lingkungan: Islam menjadikan pemeliharaan sumber daya sebagai tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan bagi setiap individu dalam masyarakat. Ia merupakan ibadah untuk mendekatkan diri hamba kepada Rabbnya, sekaligus kewajiban untuk menjaga stabilitas dan keamanan negaranya. Teladanilah perjalanan para sahabat yang mulia dalam menjaga nikmat, pelajarilah keutamaan berhemat dalam menggunakan nikmat, dan lihatlah betapa besarnya pahala di timbangan Sang Maha Pengasih ketika Allah Ta'ala menjadikan tindakan menyingkirkan gangguan dari jalan, menghidupkan lahan, dan membenahi bumi sebagai sebab-sebab diampuninya dosa dan kesalahan. Sebaliknya, Allah mengancam siapa saja yang merusak atau menghambur-hamburkan sumber daya dengan ancaman yang keras. Menjaga keamanan lingkungan dan stabilitas negara adalah bekal paling utama bagi orang-orang yang menempuh jalan kebaikan. Melalui hal tersebut, kewajiban-kewajiban menjadi sempurna dan kemaslahatan di dunia serta akhirat dapat terwujud, demi meneladani petunjuk Nabi yang mulia dan menerapkan tujuan-tujuan syariat (maqashid asy-syari'ah) yang agung dalam menjaga jiwa dan tanah air, sesuai firman Allah Ta'ala:


وَلَا تُفۡسِدُوا۟ فِی ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ ‌إِصۡلَٰحِهَا


“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.” (QS. Al-A'raf: 56).


Waspadailah sikap berlebih-lebihan (israf) dan merusak sumber daya lingkungan: Jadikanlah penghematan konsumsi sebagai tabiat kita; sebab Al-Qur'anul Karim tidak hanya mendorong perbaikan, tetapi juga menegaskan larangan secara jelas dan tegas terhadap perusakan. Tanamkanlah kebiasaan ini pada jiwa anak-anak kita, dan jauhilah perilaku-perilaku yang salah serta tindakan yang merusak fasilitas umum dan jalanan. Berpegang teguhlah pada prinsip yang telah ditetapkan oleh Nabi ﷺ dalam hal ini, di mana beliau bersabda:

لا ضَرَرَ وَلا ضِرارَ

““Tidak boleh membahayakan (diri sendiri) dan tidak boleh membahayakan orang lain.” Hal ini menjelaskan bahwa menjaga lingkungan bukanlah urusan pribadi semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Ketahuilah bahwa membuang-buang sumber daya bukan sekadar pemborosan finansial, melainkan pelanggaran syariat yang membatasi diri kita dari bersyukur kepada Sang Pemberi Nikmat. Perbaikilah perilaku harian kita agar engkau menempuh jalan keselamatan pada hari ketika engkau ditanya tentang nikmat (yang telah diberikan). Teladanilah petunjuk Nabi kita ﷺ dalam menjaga tempat-tempat umum dan fasilitas, serta larangan berbuat kerusakan dan pemborosan dalam setiap urusan kehidupan, sebagaimana teladan dari Nabi yang mulia ﷺ ketika beliau melewati Sa'ad radhiyallahu 'anhu yang sedang berwudhu, lalu beliau bersabda:


ما هَذَا السَّرَفُ يا سَعْدُ؟» قَالَ: أَفِي الْوُضُوءِ سَرَفٌ؟ قَالَ: «نَعَمْ، وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهْرٍ جَارٍ


“Pemborosan apa ini, wahai Sa'ad?” Sa'ad bertanya: “Apakah dalam wudhu juga ada pemborosan?” Beliau menjawab: “Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir.”


Rasakanlah manisnya buah dari keamanan lingkungan yang berkelanjutan: Manfaatkanlah keberkahan dari stabilitas dan pembangunan yang berkesinambungan. Jika kita mengelola sumber daya dengan baik serta melindungi lingkungan dan sumber-sumber alam dari pencemaran dan kerusakan, maka bahtera negara akan berlayar dalam keakraban, keamanan, dan kesejahteraan. Saat itulah kita berkewajiban menjaga sumber daya lingkungan dengan tidak merusaknya, menerapkan akhlak hemat dalam penggunaannya, serta mewaspadai sikap boros karena hal itu menghilangkan nikmat dan kebaikan. Jadilah pribadi yang sadar, pembawa perbaikan, dan gemar menebar kebaikan di segala bidang melalui praktik-praktik nyata yang bermanfaat, seperti: menjaga kebersihan umum, menghemat penggunaan air dan energi, menghemat konsumsi makanan serta mengurangi sampahnya, menanam pohon dan merawatnya, mendaur ulang sampah dan mengurangi limbah, berpartisipasi aktif dalam gerakan kemasyarakatan, serta menyayangi makhluk hidup di sekitar kita. Dengan keamanan lingkungan, peradaban dapat dibangun dan pemicu perselisihan serta krisis dapat dilenyapkan. Hal itu merupakan nikmat Rabbani dan karunia Ilahi yang wajib disyukuri, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:


لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِیدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِی ‌لَشَدِید


“Sungguh jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7).


بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ. 

Khutbah II 


 اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 



Pondok Pesantren Cireok

Pondok Pesantren Cireok adalah lembaga pendidikan Islam terpadu yang menggabungkan kurikulum nasional dengan pendidikan Pesantren. Kami berkomitmen untuk membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Kontak

Kp.Babakanbandung RT.010/RW.003 Ds,Kertamukti Kec.Campaka Kab.Purwakarta Jawa barat

085779911126

arraudhahcireok@gmail.com

© 2026 Pondok Pesantren Cireok. All rights reserved.